Minggu, 31 Januari 2010

TULISKAN IMPIAN-IMPIAN ANDA

oleh Nilnaiqbal
Penerbit - http://pustakanilna.com


Saya punya banyak impian. Sayangnya saya tidak
bisa segera meraihnya dalam waktu sekejap.
Karena itu saya sediakan sebagian dari waktu
dan investasi saya untuk terus “membangun”
impian saya di masa depan.

Saya perhatikan banyak orang yang “membuang”
impiannya. Ia sudah menyerah sebelum mulai
membangunnya. Mungkin karena ia merasa nggak
akan mungkin bisa mewujudkannya. Karena itu ia
campakkan dan kubur jauh-jauh impian-impiannya.
Banyak orang sudah tak berani lagi.
Bahkan hanya untuk bermimpi!

Apa salahnya kita bermimpi? Gratis kok.
Saya bahkan mulai berani menuliskan keinginan-keinginan
saya yang paling mustahil sekalipun. Kan cuma
menuliskan saja. Nggak ada masalah kan?

Saya tulis, saya tulis dan semakin saya sering
menuliskan impian-impian saya …
tak terasa impian itu jadi hidup!

Kalau tadinya ia hanya sejumlah kata-kata ..
yang cukup menggelikan, namun anehnya …
kalimat-kalimat itu jadi “nempel” terus di benak saya.
Hadir terus dalam setiap proses pengambilan
keputusan saya. Membakar saya untuk terus
melangkah menuju impian itu.

Sungguh luar biasa ya. Mungkin memang sering-sering
menuliskan impian benar-benar bisa membangunkan
“jin ifrid” dalam batok kepala kita. Ibarat jin dalam
lampu wasiat aladin, ia bisa kita suruh melakukan
apa saja. He he

Saya belum begitu meneliti efek dari menuliskan impian ini
pada kebanyakan orang. Namun sepanjang pengetahuan
saya, setiap manusia dianugerahi dengan potensi-potensi
luar biasa yang belum kita gunakan sepenuhnya.

Otak bawah sadar kita misalnya. Para ahli mengatakan,
di bawah sadar inilah kita menyimpan seluruh data dan
memori hidup kita. Ia bekerja 24 jam sehari terus menerus,
bahkan saat kita tidur. Sayangnya ia menyimpan semua input,
tak peduli positif ataupun negatif dan tak bisa menyaring
mana yang perlu disimpan dan mana yang tidak.

Pintu masuk ke simpanan bawah sadar ini sering kita abaikan.
Bahkan selama ini kita biarkan saja ia “berada dalam pengaruh”
antah berantah. Kita membiarkan kekuatan bawah sadar kita
di-remote oleh motif-motif orang lain. Ada banyak input
yang masuk “tanpa disaring” oleh otak-bawah-sadar ini.

Semua yang “kita masukkan” tidak pernah kita filter
sama sekali. Akhirnya kita membangun keyakinan-keyakinan
kita, membentuk akhlak kita, membangun
kebiasaan-kebiasaan kita lewat “remote-remote”
yang diputar “lagunya” oleh orang lain. Kalau kebetulan
input yang masuk positif, ya alhamdulillah.
Kalau negatif? ya rusaklah kita.

Tatkala kita sering mengucapkan kata-kata “malas”
misalnya, baik ketika kita sadar atau tidak, maka
sesungguhnya kata-kata itu pasti disimpan di bawah
sadar kita. Kalau ia sering diucapkan … yakinlah,
kita benar-benar tumbuh jadi seorang yang
sangat pemalas.

Benar-benar seperti mantera! Kita memang
sering memanterai diri kita. Bahkan banyak
sekali orang yang sering amat menyumpahi dirinya,
mengutuki nasibnya. Percayalah, mantera-mantera
itu benar-benar bekerja!
Persis seperti yang kita manterai.

Dari pengetahuan inilah saya sedikit memahami
luar biasanya “doa”. Bila kita berdoa setiap hari,
keluar dari keinginan yang sangat dalam,
sesungguhnya kita meng-input bawah sadar kita.
Doa itu sendiri menjadi “perintah” yang akan
membangunkan “kekuatan bawah sadar” kita.

Apalagi jika kita kemudian menuliskannya!
Ketika kita menuliskan impian-impian kita,
keinginan-keinginan kita, maka sebenarnya
kita memberi makan benih-benih impian yang kita
tanam, lalu menyiraminya, membuat ia tumbuh besar
dan kemudian ketika waktunya tiba … bergeraklah ia.
Lalu tiba-tiba kita pun jadi “excited”, terbakar,
semangat, kuat, dan jadi “tergila-gila”
dengan impian kita itu.

Jadi, yuk kita pupuk impian kita dengan
terus menuliskannya. Bagaimana menurut anda?

0 komentar:

Posting Komentar